Tidak pernah terlintas sebelumnya bahwa perjalanan pengabdian sebagai Sekretaris DPRD Kabupaten Soppeng akan terdokumentasi secara khusus dalam majalah nasional.

Alhamdulillah, profil saya dimuat dalam Majalah Mimbar Asdeksi, media resmi Asosiasi Sekretaris DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia (ASDEKSI).

Bagi saya, ini bukan sekadar publikasi. Ini adalah pengingat tentang amanah.

Menjadi Sekwan: Antara Administrasi dan Dinamika Politik

Menjadi Sekretaris DPRD bukan hanya soal administrasi dan tata kelola. Di dalamnya ada dinamika komunikasi, pengelolaan agenda, fasilitasi fungsi legislasi, hingga menjaga netralitas dan profesionalitas di tengah dinamika politik daerah.

Selama menjalankan tugas sebagai Sekwan Kabupaten Soppeng, saya merasakan bahwa peran ini adalah titik temu antara kebijakan dan pelayanan.

Di satu sisi kita dituntut presisi dan ketertiban administratif.
Di sisi lain kita harus adaptif, komunikatif, dan mampu menjadi jembatan antara pimpinan DPRD, anggota, dan perangkat daerah.

Suka Duka dalam Pengabdian

Tentu tidak semua berjalan mudah. Ada tekanan waktu, dinamika pembahasan anggaran, hingga tuntutan pelayanan publik yang terus meningkat.

Namun di situlah letak pembelajaran.
Bahwa profesionalisme, integritas, dan komunikasi adalah fondasi utama menjaga marwah lembaga.

Harapan untuk ASDEKSI dan Sekwan Seluruh Indonesia

ASDEKSI bukan sekadar wadah organisasi. Ia adalah ruang belajar, ruang berbagi praktik baik, dan ruang penguatan kapasitas.

Ke depan, tantangan kelembagaan DPRD akan semakin kompleks. Karena itu sinergi, peningkatan kompetensi, serta kolaborasi nasional menjadi sangat penting.

Semoga keberadaan ASDEKSI terus menjadi rumah besar bagi para Sekwan untuk tumbuh, belajar, dan menguat bersama.

Bagi saya pribadi, publikasi ini adalah motivasi untuk bekerja lebih baik lagi, lebih rapi, dan lebih berdampak.

Karena sejatinya jabatan hanyalah amanah. Yang abadi adalah kontribusi.

H.A. Zulkifli Nurdin, S.H.
Sekretaris DPRD Kabupaten Soppeng

Share:
Avatar photo

qflee

Putra daerah yang mencintai sejarah Soppeng. Mari lestarikan budaya kita bersama. Dukung riset saya di Trakteer ☕ atau cek Koleksi Journaling 📔.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *