Janganlah sekali kali melupakan sejarah (Jas Merah) – Ir. Soekarno

Benteng ini merupakan bagian tak terpisahkan dari sejarah Kabupaten Soppeng dan kaitannya dengan keberadaan Kerajaan Soppeng sebagai salah satu kerajaan Bugis yang berpengaruh. Untuk latar belakang sejarah yang lebih mendalam tentang Kerajaan Soppeng, Anda bisa membaca artikel [Asal Usul Kerajaan Soppeng]

Pattojo (Kecamatan Liliriaja, Soppeng) sebuah daerah kecil yang berada di wilayah Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan. Tak banyak yang tahu bahwa di Pattojo ini ada sebuah benteng yang merupakan ikon dari sebuah peradaban yang telah ada sejak jaman dulu.

Benteng Pattojo diyakini pernah menjadi salah satu pos pertahanan penting pada masa pemerintahan Datu Soppeng, ketika wilayah ini berfungsi sebagai pusat pengawasan strategis kerajaan.

Benteng ini juga pada masanya berada di bawah pemerintahan para Datu Soppeng. Lihat silsilah lengkap para datu di sini Silsilah Keturunan Datu Soppeng.

Sejarah Singkat Benteng Pattojo

Konon kabarnya, Pattojo adalah sebuah kerajaan yang besar dengan dipimpin oleh seorang raja yang bijak. Kerajaan Pattojo ini tentu masih bisa kita lihat dari jejak jejak yang ada di kawasan benteng pattojo. Bahkan sisa sisa reruntuhan benteng tersebut masih bisa kita lihat keberadaaanya.

Benteng Pattojo adalah salah satu peninggalan sejarah yang terletak di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan. Benteng ini menjadi saksi bisu perjalanan panjang sejarah kerajaan-kerajaan di tanah Bugis. Meski tidak setenar benteng-benteng lain di Sulawesi, keberadaannya menyimpan banyak cerita menarik yang patut untuk diungkap.

Tak hanya pada masa kerajaan, Soppeng juga menyimpan jejak peradaban yang jauh lebih tua. Salah satunya adalah penemuan artefak purba di Calio, Soppeng yang diperkirakan berusia 1–1,5 juta tahun dan mengubah pandangan dunia tentang sejarah manusia di kawasan ini. Temuan ini menjadi bukti bahwa wilayah Soppeng telah menjadi tempat penting dalam perkembangan peradaban sejak masa purba.

Benteng Pattojo sendiri dibangun untuk tujuan pertahanan. Letaknya yang strategis membuat benteng ini menjadi titik penting dalam menjaga wilayah dari ancaman luar. Dinding-dinding benteng terbuat dari batu kapur yang kokoh, menunjukkan betapa cermatnya perencanaan dan pembangunan pada masa itu.

Dalam kawasan benteng pattojo terdapat makam raja-raja, para bangsawan dan kerabat istana yang bahkan ada yang tidak bisa diidentifikasi. Kawasan ini juga masuk dalam wilayah situs yang dijaga oleh Balai Pelestarian Kebudayaan.

Sayangnya, kondisi Benteng Pattojo saat ini memprihatinkan. Banyak bagian dinding yang runtuh, dan beberapa area tertutup oleh semak belukar. Padahal, jika dikelola dengan baik, benteng ini berpotensi menjadi destinasi wisata sejarah yang menarik dan edukatif.

Banyak masyarakat setempat berharap pemerintah daerah dan pihak terkait dapat melakukan upaya pelestarian terhadap benteng ini. Upaya pelestarian tidak hanya akan menjaga nilai sejarahnya, tetapi juga dapat menjadi daya tarik wisata yang memberikan manfaat ekonomi bagi warga sekitar.

Makam Kerajaan di Dalam Kompleks Benteng

Salah satu makam yang penulis datangi adalah makam leluhur kami yakni Datu Sunra Karaeng Cenrapole Petta Ponggawa Bone. Alhamdulillah makam ini masih terjaga dan terawat dengan baik.

Bagi generasi muda tentu haruslah mengetahui jejak jejak sejarah dari para leluhurnya sehingga tidak akan kehilangan identitas. Bahkan kita bisa mengambil hikmah dari catatan catatan sejarah para leluhur sehingga bisa menjadi lebih baik lagi kedepannya.

Salah satunya yang bisa kita ambil hikmanya adalah riwayat salah seorang raja pattojo yang bersama-sama Arung Palakka. Beliau di samping sebagai raja juga diangkat sebagai penerjemah karena kemampuan menguasai beberapa bahasa. Dari sini kita bisa menyimpulkan bahwa sejak dulu leluhur kita adalah orang orang cendekiawan. Mereka menjadi raja bukan hanya karena faktor biologis melainkan juga mempunyai kompentensi.

Selain Benteng Pattojo yang menjadi saksi sejarah masa lalu, penelitian arkeologi di wilayah ini juga berhasil menemukan artefak kuno di Calio yang membuktikan bahwa Soppeng telah menjadi bagian dari peradaban manusia sejak jutaan tahun silam. Keterhubungan antara peninggalan sejarah kerajaan dan temuan arkeologi purba ini menjadikan Soppeng sebagai daerah yang kaya akan nilai sejarah dan budaya.

Bagi anak cucu raja pattojo tentunya ini bisa menjadi motivasi untuk tetap terus mengembangkan kemampuan tanpa harus bergantung pada garis keturunan semata. Seperti kata orang bijak

“Barangsiapa yang hendak menginginkan dunia, maka hendaklah ia menguasai ilmu” merupakan hadits yang diriwayatkan oleh HR Ahmad.

Share:
Avatar photo

qflee

Putra daerah yang mencintai sejarah Soppeng. Mari lestarikan budaya kita bersama. Dukung riset saya di Trakteer ☕ atau cek Koleksi Journaling 📔.