Mengikuti kegiatan Asdeksi tahun ini seperti memutar kembali memori dua tahun lalu. Waktu itu saya baru saja menjabat sebagai Sekretaris Dewan, dan kebetulan tempat acaranya pun sama — Hotel Vasa Surabaya. Rasanya seperti deja vu, tapi dengan semangat yang baru.

Perjalanan dimulai dari Soppeng menuju Makassar, menempuh waktu sekitar lima jam. Saya sengaja memilih jadwal sore, supaya jalanan tidak terlalu panas dan bisa menikmati suasana sepanjang rute klasik via Camba Maros yang selalu jadi favorit.

Dari Makassar ke Surabaya, waktu tempuhnya memang hanya sekitar satu setengah jam, tapi tetap saja cukup melelahkan. Apalagi, jujur saja, bandara sekarang rasanya kurang bersahabat bagi orang seumuran saya — antrean panjang, jalan kaki jauh, dan kadang jadwal yang padat.

Untungnya, saya punya teman setia: suplemen Nutrilite. Dengan dukungannya, stamina tetap terjaga dan semangat pun tak luntur. Jadi, meski lelah, saya tetap bisa fokus mengikuti rangkaian kegiatan Asdeksi tahun ini.

Yang paling saya tunggu tentu saja adalah momen kebersamaan dengan rekan-rekan dari seluruh Indonesia. Karena bukan setiap hari kita bisa bertukar pengalaman, berdiskusi, dan belajar langsung dari berbagai daerah.

Dan tak lupa, terima kasih untuk panitia — Seknas Asdeksi atas perhatian dan pelayanannya yang luar biasa. Souvenir-nya keren, acaranya tertata rapi, dan metode pembelajarannya juga top!

Souvenir kegiatan asdeksi di Surabaya 2025

Tahun ini mungkin terasa deja vu, tapi saya yakin akan membawa cerita baru yang tak kalah berkesan.

Share:
Avatar photo

qflee

Putra daerah yang mencintai sejarah Soppeng. Mari lestarikan budaya kita bersama. Dukung riset saya di Trakteer ☕ atau cek Koleksi Journaling 📔.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *