Hari ini saya berkesempatan mengikuti Upacara Hari Kesaktian Pancasila bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Soppeng. Suasana khidmat yang terasa bukan hanya menjadi rutinitas seremonial, tetapi juga pengingat akan pentingnya menjaga Pancasila tetap hidup dalam setiap langkah kita.
Bagi saya pribadi, Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga kompas pengabdian. Nilai-nilainya begitu relevan dalam kehidupan sehari-hari, terlebih dalam tugas Aparatur Sipil Negara. Integritas, keadilan, musyawarah, dan semangat gotong royong adalah prinsip yang harus terus menjadi pegangan dalam mengabdi untuk masyarakat.

Hari Kesaktian Pancasila juga menjadi momentum refleksi: apakah kita sudah benar-benar menjadikan Pancasila sebagai pedoman, atau sekadar menghafalnya sebagai semboyan? Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, Pancasila hadir sebagai energi persatuan yang mampu menyatukan perbedaan, menguatkan kebersamaan, dan meneguhkan arah pembangunan bangsa. Pancasila sebagai kompas pengabdian.
Saya percaya, selama Pancasila terus dijalankan dalam tindakan nyata, Indonesia akan tetap kokoh. Dari daerah hingga pusat, dari pemimpin hingga masyarakat, kita semua memiliki tanggung jawab yang sama: menjaga nilai-nilai luhur bangsa ini agar tetap relevan lintas generasi.

Pancasila adalah milik kita semua, dan hanya dengan menjadikannya pedoman, kita bisa memastikan Indonesia terus berdiri tegak dengan penuh martabat.



