Sejarah Soppeng tidak dapat dilepaskan dari nama-nama Datu Soppeng yang memimpin kedatuan ini sejak abad ke-13. Dalam tradisi Bugis, Datu bukan sekadar raja, melainkan pemimpin adat yang lahir dari kesepakatan bersama, penjaga keseimbangan antara rakyat, bangsawan, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan secara turun-temurun.

Awal Kedatuan Soppeng dan To Manurung

Sejarah Kedatuan Soppeng bermula pada tahun 1261, dengan munculnya La Temmamala, yang dikenal sebagai Manurung-é ri Sekkanyili. Ia tercatat sebagai Datu Soppeng pertama. Dalam tradisi masyarakat Bugis pada masa itu, kehormatan seorang bangsawan sering dikaitkan dengan kepemilikan senjata tradisional Bugis bernama badik.

Dalam kepercayaan Bugis, manurung adalah sosok yang diturunkan untuk menyatukan masyarakat yang sebelumnya hidup tanpa pemerintahan terpusat. Pengangkatan La Temmamala menandai lahirnya sistem pemerintahan Soppeng yang berlandaskan adat dan musyawarah.

Setelah La Temmamala, tampuk kekuasaan dilanjutkan oleh:

  • La Marancina
  • Lambang (La Ba)
  • Wé Tekké’wanua

Nama-nama Datu Soppeng pada periode awal ini menunjukkan fase konsolidasi kedatuan dan penguatan struktur adat.

Nama-Nama Datu Soppeng Periode Konsolidasi

Memasuki fase berikutnya, Kedatuan Soppeng dipimpin oleh sejumlah Datu yang memerintah dalam rentang waktu relatif panjang, menandakan stabilitas politik, antara lain:

  • La Makkanengnga
  • La Makkarella
  • La Pawisêang

Pada masa para Datu ini, Soppeng mulai memperluas pengaruh dan membangun hubungan dengan kerajaan-kerajaan Bugis lainnya.

Dinamika Kekuasaan dan Penanda Sejarah

Dalam historiografi Bugis, beberapa nama Datu Soppeng disertai keterangan matinro-é (tempat wafat), yang berfungsi sebagai penanda sejarah penting, seperti:

  • La Mannusa (Matinro-é ri Tanana)
  • La Sekati (Mallajang-é ri Asélé)

Penyebutan ini membantu membedakan tokoh yang memiliki nama serupa dan memperkuat ketepatan pencatatan sejarah.

Pada periode ini pula muncul tokoh-tokoh seperti:

  • La Mataesso To Maccora
  • La Mappaleppe’ Patola-é

yang menandai keterlibatan aktif Soppeng dalam dinamika politik regional Sulawesi Selatan.

Catatan tambahan: Menurut penuturan lisan dan catatan silsilah keluarga (Lontara), La Mataesso juga kerap dikenal dengan gelar Datu Lawelareng. Hal ini mempertegas luasnya pengaruh kepemimpinan beliau di masa itu.

Nama-Nama Datu Soppeng Bergelar Sultan

Pengaruh Islam yang menguat pada abad ke-17 membawa perubahan pada gelar kepemimpinan. Beberapa Datu Soppeng mulai menggunakan gelar Sultan.

Tokoh penting pada fase ini adalah:

  • La Patau’ Matanna Tikka, bergelar Sultan Alimuddin Idris (1696–1714)

Setelahnya, tampuk kekuasaan dipegang oleh:

  • La Padangsajati To Appamolé
  • La Pareppa’ To Sappéwali (Sultan Ismail)
  • Batari Toja Daéng Talaga (penguasa perempuan)

Periode ini menegaskan bahwa kepemimpinan di Kedatuan Soppeng tidak sepenuhnya dibatasi oleh gender.

Nama-Nama Datu Soppeng Menjelang Akhir Kedatuan

Memasuki abad ke-18 hingga ke-19, Kedatuan Soppeng dipimpin oleh:

  • La Mappajanci Daéng Massuro
  • La Mappapoléonro (Sultan Nuh)
  • Wé Tenri Awaru

Tekanan kolonial yang semakin kuat menyebabkan berkurangnya kedaulatan pemerintahan adat.

Datu terakhir yang tercatat dalam sejarah Kedatuan Soppeng adalah La Wana. Ia dikenal sebagai Datu Soppeng terakhir, sekaligus simbol berakhirnya era pemerintahan tradisional di Soppeng.

Tabel Daftar Nama-Nama Datu Soppeng

Berikut adalah tabel daftar nama Datu Soppeng yang disusun secara kronologis berdasarkan sumber lontara dan historiografi Bugis populer. Tabel ini bertujuan memudahkan pembaca mengenali urutan kepemimpinan Kedatuan Soppeng dari masa awal hingga akhir.

NoNama Datu SoppengKeterangan / GelarPeriode Pemerintahan
1La TemmamalaManurung-é ri Sekkanyili1261–1286
2La MarancinaDatu Soppeng1286–1311
3Lambang (La Ba)Datu Soppeng1311–1336
4Wé Tekké’wanuaDatu Soppeng1336–1361
5La MakkanengngaDatu Soppeng1361–1386
6La MakkarellaDatu Soppeng1386–1411
7La PawisêangDatu Soppeng1411–1436
8La Pasampoli (Sonrompali-é)Datu Soppeng1436–1461
9La Mannusa To WakkarangengMatinro-é ri Tanana1461–1486
10Laddé’ Mabbolong-éDatu Soppeng1486–1511
11La SekatiMallajang-é ri Asélé1511–1536
12La Mataesso To MaccoraPuang Lipu-é1536–1561
13La Mappaleppe’ Patola-éArung Bélo1561–1586
14Bé’o-éDatu Soppeng1586–1611
15La TenribaliMatinro-é ri Datunna1611–1654
16Wé Adda (Wé Addang)Matinro-é ri Madello1654–1666
17La Tenrisengngeng To ÉsaMatinro-é ri Salassana1666–1696
18La Patau’ Matanna TikkaSultan Alimuddin Idris1696–1714
19La Padangsajati To AppamoléArung Palakka / Arumpone XVIII1714–1721
20La Pareppa’ To SappéwaliSultan Ismail1721–1722
21La Padassajati To AppamoléArung Palakka / Arumpone XVIII1722–1727
22Batari Toja Daéng TalagaSultanah Zainab Zakiatuddin1727–1737
23La Oddangriu Daéng MatinningSultan Fakhruddin1737–1742
24Batari Toja Daéng TalagaSultanah Zainab Zakiatuddin1742–1744
25La Temmassonge’Sultan Ahmad Zakiatuddin1744–1746
26La Tongeng ri LongengMatinro-é ri Mallimongeng1746–1747
27La Mappajanci Daéng MassuroSultan Musa1747–1765
28La MappapoléonroSultan Nuh1765–1820
29Wé Tenri AwauSitti Hawwa1820–1840
30Wé Tenri LamappeangDatu Soppeng1840–1849
31La Ullung PatiroDatu Patto1849–1850
32La Ongeng Daéng LompulleArung Ganra1850–1858
33La Tenrisengngeng To ÉsaSultan Ahmad Al Kassiyyi1858–1878
34La WanaDatu Soppeng terakhir1940–1957

Melestarikan identitas Soppeng tidak hanya melalui catatan sejarah, tapi juga melalui karya nyata. Lengkapi kecintaan Anda pada budaya lokal dengan Jersey motif klasik yang didesain khusus untuk Anda:

Hubungi WhatsApp untuk pemesanan Jersey Motif Bugis Soppeng

PENGUMUMAN: Arsip Sejarah Ini Telah Diabadikan Secara Digital

Terima kasih telah membaca artikel sejarah Datu Soppeng di blog ini. Untuk memastikan data sejarah dan silsilah ini tetap aman dan tidak akan pernah hilang dimakan waktu, saya telah memindahkan dan mengamankan versi lengkap serta terbaru dari daftar ini ke Arsip Digital Abadi (Blockchain).

Kenapa harus pindah baca ke sana?

  1. Data Permanen: Tersimpan di jaringan global yang tidak bisa terhapus.
  2. Update Terbaru: Silsilah yang lebih mendalam dan koreksi data hanya akan saya perbarui di sana.
  3. Gratis & Aman: Anda tetap bisa membacanya tanpa biaya.

Silakan klik tautan di bawah ini untuk melihat daftar lengkap Datu Soppeng versi resmi dan permanen:

👉 [Klik Di Sini untuk Membuka Arsip Abadi Datu Soppeng]

Pastikan Anda memasukkan email di halaman tersebut agar silsilah keluarga besar Anda tidak ketinggalan saat ada pembaruan data.

Penutup

Deretan nama-nama Datu Soppeng dalam tabel di atas menunjukkan kesinambungan kepemimpinan adat yang berlangsung selama lebih dari enam abad. Dari La Temmamala sebagai Manurung pertama hingga La Wana sebagai Datu terakhir, Kedatuan Soppeng berdiri di atas adat, musyawarah, dan legitimasi kolektif.


Terima kasih sudah membaca catatan sederhana ini. Jika tulisan ini bermanfaat atau sedikit menguatkan hati, mari kita ‘ngopi virtual’ bareng. Dukungan Anda sangat berarti untuk menjaga semangat saya terus menulis di blog ini. Traktir Kopi untuk Penulis]

Share:
Avatar photo

qflee

Putra daerah yang mencintai sejarah Soppeng. Mari lestarikan budaya kita bersama. Dukung riset saya di Trakteer ☕ atau cek Koleksi Journaling 📔.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Harusnya ada La Unru Datu Soppeng Matinroe ri Tengngana Soppeng, La Ghalib / Andi Ghalib Datu Soppeng.

    • Terima kasih atas masukannya. Informasi ini sangat menarik. Saya akan menelusuri kembali sumber-sumber yang saya gunakan dan mempertimbangkan untuk memperbarui artikel agar lebih lengkap. Terima kasih telah ikut menambah khazanah informasi sejarah Soppeng.