Kesunyian Malam

Kesunyian merayap di sela dinginnya malam. Menggelitik hati agar bereaksi dan melontarkan tanya, apa sebenarnya yang aku cari? Pertanyaan sederhana, namun justru mampu mengetuk pintu-pintu terdalam dalam diri. Malam seperti memaksa kita berhenti sejenak, menyingkap tabir kesibukan yang sering menenggelamkan jati diri.

Saat pikiran mencoba kembali membuka dan memutar roda kehidupan, ingatan itu membawa saya ke masa kanak-kanak. Ada pancaran keceriaan pada raut muka bocah yang asyik bermain tanpa beban. Tawa yang lepas, langkah yang ringan, dan dunia yang terasa begitu luas dan menjanjikan. Suasana itu seperti menarik jiwa untuk kembali menyelami indahnya dunia anak-anak—masa ketika tujuan hidup begitu sederhana: bahagia.

Refleksi ASN

Namun hidup bergerak cepat. Dari bocah yang berlari bebas, kini saya berdiri sebagai seorang ASN, bagian dari sistem yang besar, dengan tanggung jawab yang tidak lagi sederhana. Di balik meja kerja, di antara berkas yang menumpuk, rapat yang kadang tak berkesudahan, dan pengabdian yang sering tak terlihat, terkadang muncul pertanyaan yang sama: apa sebenarnya yang aku cari?

Mungkin malam ini jawabannya mulai tampak. Bahwa di balik rutinitas sebagai ASN, ada hal-hal yang sesungguhnya dekat dengan masa kecil saya: keinginan untuk bermanfaat, untuk membantu, untuk melihat orang lain tersenyum seperti dulu saya tersenyum saat bermain. Pengabdian ini pada dasarnya adalah perpanjangan dari hati seorang anak yang dulu selalu ingin melihat dunia menjadi tempat yang lebih baik.

Kesunyian malam mengingatkan bahwa perjalanan hidup bukan hanya tentang mengejar target atau menyelesaikan tugas. Tapi juga tentang menemukan kembali diri sendiri di tengah riuhnya kewajiban. Bahwa menjadi ASN bukan sekadar profesi, melainkan ruang belajar yang terus mengajarkan tentang sabar, tanggung jawab, dan makna memberi.

Dan mungkin, di balik dinginnya malam ini, saya akhirnya memahami: yang saya cari bukanlah sesuatu yang jauh. Justru ia telah hadir dalam setiap langkah pengabdian, dalam setiap masalah yang diselesaikan, dalam setiap pelayanan yang tulus. Di sanalah kebahagiaan masa kecil itu menemukan bentuk barunya.

Share:
Avatar photo

qflee

Putra daerah yang mencintai sejarah Soppeng. Mari lestarikan budaya kita bersama. Dukung riset saya di Trakteer ☕ atau cek Koleksi Journaling 📔.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *