Mengenakan busana adat lengkap bukan sekadar tentang estetika atau mengikuti protokol acara. Bagi saya, setiap lipatan kain dan aksesoris adat yang melekat hari ini adalah simbol penghormatan terhadap identitas dan nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh para leluhur kita.

Hari ini, Ahad, 12 April 2026, saya berkesempatan menghadiri acara yang sangat sakral dan penuh nuansa kekeluargaan: Peringatan Hari Jadi ke-IX Majelis Keturunan To Manurung (MKT) yang diselenggarakan di Phinisi Hall, Hotel Claro, Makassar.

Andi Zulkifli Baju Adat

Sebuah Gagasan untuk Masa Depan

Acara ini mengingatkan kembali pada sejarah berdirinya organisasi ini. Dalam sebuah rekaman sejarah yang diputar, terdengar kembali gagasan mulia dari Datu Luwu ke-40, Paduka Yang Mulia Andi Maradang Mackulau, saat berbincang dengan tokoh-tokoh adat lainnya di sela perhelatan pernikahan di Lombok pada tahun 2019 silam.

Gagasan itu sederhana namun sangat kuat: mendirikan wadah perkumpulan kerabat dan handai tolan untuk mempererat silaturahmi sekaligus melestarikan adat budaya di kalangan internal keturunan. Dan hari ini, sembilan tahun kemudian, kita melihat buah dari visi tersebut—sebuah majelis yang solid dan terus berkembang.pasang video musik tradisional

Gema Budaya yang Menjangkau Dunia

Satu hal yang membuat Milad kali ini terasa begitu spesial adalah pengakuan dunia terhadap apa yang kita perjuangkan di Sulawesi Selatan. Meski terpisah jarak ribuan mil, apresiasi internasional turut mengalir melalui pesan video yang ditampilkan oleh panitia pelaksana.

Dua sosok terpandang memberikan ucapan selamatnya:

Melihat tokoh-tokoh internasional menaruh perhatian pada silsilah dan pelestarian budaya kita di Soppeng dan sekitarnya, memberikan sebuah validasi penting: Sejarah lokal kita memiliki relevansi global. Literasi digital yang selama ini saya upayakan melalui blog ini adalah jembatan untuk memastikan sejarah tersebut tidak hanya tersimpan di arsip tua, tapi juga dikenal dan dihargai dunia.

Majelis Keturunan To Manurung

Estafet Sejarah di Tangan Kita

Seperti yang disampaikan dalam sambutan acara, fokus kita ke depan bukan hanya menghimpun keturunan, tapi membentuk generasi yang memahami sejarah dan mampu membawa nilai-nilai luhur tersebut ke masa depan.

Tugas kita belum selesai. Melalui tulisan dan dokumentasi, kita sedang menyusun kepingan-kepingan silsilah untuk anak cucu kita. Terima kasih kepada seluruh panitia pelaksana, terutama Andi Sri Hastuti Sultan (Ketua) dan Andi Dewi Mawang Palaguna (Sekretaris), serta H. Andi Pamadengrukka Mappanyompa selaku Ketua Agung MKT Sul-Sel atas dedikasinya.

Mari terus menjaga akar, sembari tumbuh menjangkau dunia.


Terima kasih sudah membaca catatan sederhana ini. Jika tulisan ini bermanfaat atau sedikit menguatkan hati, mari kita ‘ngopi virtual’ bareng. Dukungan Anda sangat berarti untuk menjaga semangat saya terus menulis di blog ini. Traktir Kopi untuk Penulis]

Share:
Avatar photo

qflee

Putra daerah yang mencintai sejarah Soppeng. Mari lestarikan budaya kita bersama. Dukung riset saya di Trakteer ☕ atau cek Koleksi Journaling 📔.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *