Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, ingatan tentang wajah lama Kota Soppeng kembali muncul. Salah satunya adalah sebuah monumen perjuangan yang dahulu berdiri tepat di depan kantor BRI Soppeng.
Bagi sebagian warga Soppeng, mungkin monumen ini masih tersimpan dalam ingatan. Namun bagi generasi sekarang, keberadaannya mungkin sudah tidak lagi dikenal karena monumen tersebut kini telah tiada.
Dua Patung Pejuang di Pusat Kota Soppeng
Berdasarkan foto lama yang dibagikan oleh warga, monumen tersebut memiliki dua patung yang menggambarkan sosok pejuang.
Salah satu sosok terlihat membawa bambu runcing dalam posisi siap menghadapi musuh. Sementara sosok lainnya berdiri dengan membawa senjata laras panjang.
Keduanya berdiri di atas sebuah bangunan monumen yang berada di kawasan jalan depan kantor BRI Soppeng.
Dari foto tersebut terlihat bahwa monumen ini dahulu menjadi salah satu bagian dari pemandangan pusat Kota Soppeng.
Dibangun oleh Pihak BRI Soppeng
Informasi yang diperoleh dari warga menyebutkan bahwa monumen tersebut dibangun oleh pihak BRI Soppeng.
Namun, hingga saat ini tahun pembangunan dan siapa pembuat patung tersebut belum diketahui secara pasti.
Begitu pula dengan informasi mengenai kapan monumen tersebut mulai dibongkar atau dihilangkan dari kawasan pusat kota.
Karena itu, kisah monumen ini masih menyisakan pertanyaan yang menarik untuk ditelusuri.
Sebuah Jejak Perjuangan yang Hilang
Keberadaan bambu runcing pada salah satu patung tentu mengingatkan kita pada simbol perjuangan rakyat Indonesia dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan.
Pada masa perjuangan, bambu runcing menjadi salah satu simbol perlawanan rakyat terhadap penjajahan. Karena itu, keberadaan sosok pejuang dengan bambu runcing pada monumen tersebut kemungkinan memiliki pesan untuk mengenang semangat perjuangan dan kemerdekaan.
Sayangnya, ketika monumen tersebut sudah tidak ada, bagian dari sejarah visual Kota Soppeng itu ikut menghilang dari ruang publik.
Padahal, bagi orang yang pernah melihatnya, monumen tersebut bukan hanya sebuah patung. Ia merupakan bagian dari wajah Kota Soppeng pada suatu masa.
Masih Ada yang Mengingat?
Foto lama ini menjadi pengingat bahwa sejarah sebuah kota tidak hanya tersimpan dalam buku atau dokumen resmi.
Kadang-kadang sejarah justru masih hidup dalam ingatan masyarakat.
Mungkin ada warga Soppeng yang masih mengetahui:
● Tahun berapa monumen tersebut dibangun?
● Siapa yang membuat atau merancangnya?
● Apa tujuan pembangunan monumen tersebut?
● Kapan monumen itu terakhir kali berdiri?
● Mengapa kemudian dibongkar atau dipindahkan?
● Apakah masih ada foto lain dari monumen tersebut?
Jika ada yang pernah bekerja di BRI Soppeng pada masa itu atau tinggal di sekitar lokasi, mungkin masih ada cerita yang belum terdokumentasikan.
Menyimpan Ingatan tentang Soppeng
Menjelang 17 Agustus, mengingat kembali monumen ini menjadi salah satu cara sederhana untuk mengenang perjalanan Kota Soppeng.
Sebuah monumen mungkin bisa dibongkar dan hilang dari tengah kota. Tetapi cerita tentangnya masih bisa diselamatkan melalui foto, tulisan dan ingatan orang-orang yang pernah melihatnya.
Apakah Anda masih ingat monumen dua pejuang di depan BRI Soppeng ini?
Jika memiliki foto lama atau mengetahui cerita tentang pembangunannya, silakan berbagi. Mungkin dari ingatan masyarakat inilah sejarah kecil Kota Soppeng yang hampir terlupakan dapat kembali ditemukan.
