Soppeng memiliki banyak cerita unik yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakatnya. Salah satu yang paling sering dibahas adalah asal-usul nama “Soppeng”.
Mendengar kata Soppeng, sebagian masyarakat biasanya langsung teringat dengan sebuah buah bernama Caloppeng. Buah berwarna hitam dengan rasa manis ini dahulu sangat mudah ditemukan di berbagai wilayah sekitar Soppeng.

Dalam cerita masyarakat, banyak yang meyakini bahwa nama Soppeng berasal dari banyaknya pohon Caloppeng yang tumbuh di daerah tersebut pada masa lampau.
Kenangan Masa Kecil dan Buah Caloppeng
Bagi generasi lama di Soppeng, buah Caloppeng bukan sekadar buah biasa, tetapi juga bagian dari kenangan masa kecil.
Saat musim libur tiba, anak-anak sering pergi ke kawasan pegunungan atau kebun di sekitar Soppeng hanya untuk mencari dan menikmati buah ini bersama teman-teman.

Salah satu ciri khas buah Caloppeng adalah air buahnya yang berwarna pekat seperti tinta. Jika terkena pakaian, noda hitamnya cukup sulit dihilangkan.
Rasa manis dan sensasi unik inilah yang membuat buah Caloppeng begitu melekat dalam ingatan masyarakat Soppeng.
Apa Itu Buah Caloppeng?
Buah Caloppeng dikenal luas di berbagai daerah Indonesia dengan nama yang berbeda-beda.
Nama lain buah Caloppeng:
- Duwet
- Jamblang
- Juwet
Nama ilmiah:
Syzygium cumini
Nama Inggris:
- Black Plum
- Java Plum
Buah ini biasanya berwarna ungu kehitaman ketika matang dan memiliki rasa manis sedikit sepat.
Benarkah Nama Soppeng Berasal dari Caloppeng?
Hingga saat ini, cerita tentang asal nama Soppeng dari buah Caloppeng masih menjadi bagian dari cerita rakyat yang dipercaya sebagian masyarakat bugis Soppeng.
Meski demikian, kisah ini tetap menjadi bagian menarik dari identitas budaya dan memori masyarakat Soppeng dari masa ke masa.
FAQ
Banyak masyarakat percaya nama Soppeng berasal dari buah Caloppeng yang dahulu tumbuh melimpah di wilayah tersebut.
Caloppeng adalah nama lokal untuk buah duwet atau jamblang yang memiliki warna hitam keunguan dan rasa manis.
Nama ilmiahnya adalah Syzygium cumini.
Karena dahulu buah ini sangat mudah ditemukan dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Soppeng.
Dalam bahasa Inggris buah ini dikenal sebagai Black Plum atau Java Plum.
